6 Aspek Penting Menuju Jenjang Pernikahan



Assalamu'alaikum....

Ngomong-ngomong soal pernikahan nih ya teman...bagi yang sudah menikah, sebenarnya sudah tahu apa-apa yang harus disiapkan untuk menuju kejenjang pernikahan. Tapi bagi yang belum menikah pasti mendengar kata-kata menikah adalah hal yang sangat menakutkan, ya kan?

Setiap anak yang menjelang Akil Baligh, yaitu pada anak laki-laki ditandai dengan ejakulasi (mimpi basah), dan pada perempuan ditandai dengan haid (menstruasi pertama), tidaklah berarti tanda-tanda tersebut merupakan pertanda untuk siap menikah. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam menjalin hubungan suami istri. 

Jadi, menikah itu adalah wajib bagi yang sudah mampu. Mampu dalam hal ini bukan hanya sekedar materi saja, tetapi ada beberapa kriteria yang bisa dijadikan acuan untuk dibilang mampu tersebut.





6 Aspek Penting Menuju Jenjang Pernikahan : 

1. Agama dan Keyakinan

Sebelum kita memulai niatan untuk melakukan pernikahan, tentunya hal tentang agama dan keyakinan pasangan adalah pertimbangan paling utama ya teman, karena tanpa pertimbangan tentang ini kita akan kehilangan acuan. Dalam pelaksanaan ikrar saja harus ditentukan terlebih dahulu, pakai ikrar agama apa? kalau pasanganmu belum jelas apa agamanya, mending tinggalin aja deh...kita nikah itu butuh teman yang jelas agamanya dan yang pasti keseharian yang akan kita jalani bukan peristiwa main-main. Apalagi kalau sudah punya anak, tentunya seseorang yang agamanya bener akan menjadi sosok panutan orang tua anak-anak kita. 

2. Siap Lahir dan Batin

Setiap orang baik laki-laki atau wanita pasti pernah merasakan nervous yang berlebihan, apalagi yang akan dihadapi adalah moment yang berpengaruh dalam kehidupan kita seperti menikah. Apabila keadaan nervous ini berlebihan, maka bisa berarti sang pelaku belum siap untuk menikah. Cara agar bisa mengendalikan nervous sesungguhnya sangat simple, salah satunya adalah dengan percaya diri, bahwa apa yang akan dihadapi adalah bagian dari kebahagiaan hidupnya. Hilangkan perasaan was-was yang berlebihan, dan yakinkan bahwa pemilik skenario terbaik adalah Allah SWT.

3. Sehat Jasmani dan Rohani

Kesehatan Jasmani adalah faktor yang menunjang kesehatan Rohani, jika Jasmani kita sehat, Rohani yang kurang mood InsyaAllah mengikuti. Jadi untuk menuju jenjang pernikahan kenapa harus sehat jasmani dan rohani? Karena kita bukan akan melakukan karnaval dengan balutan kain kebaya dan kursi tahta saja, tapi akan melangsungkan sebuah moment penting yang akan mengantarkan kita ke kehidupan mendatang. Masih suka makan makanan yang ga sehat? atau masih suka begadang? jangan katakan kalau kamu mau nikah guys....

4. Persiapkan Ladang Rizky

Sebenarnya setiap wanita adalah makhluk yang baperan sih ya...nah lo...emang yang laki-laki ga baperan juga? ya samaaa. Laki -laki yang wajib mencari nafkah? terus wanita yang wajib ada didapur dan mengurus anak? itu sudah gak zaman guys...pada kodratnya seorang suami memang wajib mencari nafkah untuk keluarganya, tetapi apabila rizky yang didapat masih belum bisa mencukupi kebutuhan keluarga, maka istri secara bijak juga bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.  Dengan acuan sang lelaki atau suami juga siap untuk membantu segala tetek bengek keriwehan rumah tangga dan anak. Jika semua kesepakatan seperti ini sudah dipahami oleh kedua belah pihak, InsyaAllah Ladang Rizky yang dikelola bersama akan baik-baik saja. Dan kedua belah pihak sama-sama saling mengerti akan keadaan ekonomi dan rumah tangga.

5. Mengenal Budaya dan Adat Keluarga Calon

Ini adalah satu faktor yang terkadang dilupakan. Karena kita akan menikah dengan seseorang yang berasal dari keluarga dan adat istiadat yang berbeda dari keluarga kita sendiri. Sebelum menginjak ke jenjang pernikahan, kita wajib mengenal kebiasaan dan adat calon keluarga pasangan, sehingga kita bisa mnegira-ngira apa saja yang harus kita adaptasikan dan mencegah agar tidak ada kesalah pahaman.

6. Komitmen Bersama

Benarkah bila sudah ada niatan untuk menikah masih ragu-ragu akan pasangan yang dinikahi? Bisa jadi ya...karena hal seperti ini sering saya ketahui disekitar. Bagi siapa saja yang sudah mampu dianjurkan agar segera menikah. Bahwasanya komitmen untuk merajuk sebuah ikatan pernikahan adalah penting, minimal kita yakin akan pasangan yang akan kita nikahi. Kalau masih ragu-ragu berarti belum siap dong, berarti belum tahu betul siapa calon pasangan kita.


Nah...kira-kira itu saja ya teman persiapan untuk ke jenjang pernikahan. At least, pernikahan adalah sebuah kejadian dimana perjanjian antara dua manusia terjadi. Perjanjian yang sangat berat  karena memerlukan tanggung jawab, komitmen dan kasih sayang. Pasangan suami istri haruslah memahami satu sama lain, hidup bersama berarti juga menghilangkan sifat individualis, saling membutuhkan satu sama lain, baik secara biologis maupun psikologis.

Sudah siap?



6 Aspek Penting Menuju Jenjang Pernikahan 6 Aspek Penting Menuju Jenjang Pernikahan Reviewed by ratna dias on Agustus 08, 2018 Rating: 5

8 komentar:

  1. Siap mbak, insyaAllah #lho. Setuju sama kalau ada sedikit keraguan, berarti belum siap. Kalau ada niat, juga pasti akan sungguh-sungguh pantang mundur meski ada tantangan yang harus dihadapi #lholagi hehe. Terima kasih mbak, syukron.

    BalasHapus
  2. Semoga bisa jadi masukan bagi yang membacanya, pun bagi kita yg menuliskannya :) Kadang mengingat yang basic2 gini, jadi bikin kita percaya. Mungkin kl aku nambahin poin 1, bukan sekedar agamanya apa, tapi, sdh seperti apa beragamanya, nah larinya ke visi misi hidup deh. Krn agama adalah jalan hidup, bukan sekedar keyakinan semata. Barakallahu mb

    BalasHapus
  3. keyakinan menguatkan y mbak in syaa Allah

    BalasHapus
  4. Semalam cuma baca aja. Belum komen. Hehehe...
    Komitmen bersama iku kayake aku yg belum...
    Lha yg diajak berkomitmen ya belum ada eee

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.